Sabtu, 20 Februari 2016

Sepasang Kaos Kaki Hitam - Ariadi Ginting


Judul Buku
:
Sepasang Kaos Kaki Hitam
Penulis
:
Ariadi Ginting (sandiasma: Pujangga Lama)
Penerbit
:
Penerbitan Mandiri (ebook), Kaskus
Tahun Terbit
:
2011



Kisah cinta dua orang dari golongan yang berbeda adalah sebuah pola klasik. Perjuangan seseorang untuk menjadi lebih baik adalah kisah yang inspiratif. Dua unsur itu diolah secara menarik dalam Sepasang Kaos Kaki Hitam.

Ari merantau ke Tangerang untuk bekerja. Di kosannya seorang perempuan tetangganya memantik penasarannya karena tampak begitu sedih. Namanya Mevally. Suatu malam dia dan temannya, Si Gundul, menjadi saksi Mevally melakukan tindakan melukai diri. Semenjak itu, Ari berkenalan lebih jauh dengannya. Meva bercerita tentang latar belakang dirinya bertindak demikian. Ari pun pernah diajak ke rumah omanya di Jakarta dan ke rumah sakit jiwa untuk menjenguk ibunya. Ari akhirnya tak memungkiri bahwa dirinya mencintai Meva. Tapi dia tak berani menyatakannya. Pertimbangannya adalah dia dan Meva "berbeda". Selama perjumpaan mereka sempat ada seorang perempuan yang naksir Ari, Lisa. Pada akhirnya, Ari dan Meva hidup masing-masing. Perjumpaan dengan Meva begitu berbekas bagi Ari. Bagi Meva sendiri Ari mengawaninya berubah menjadi seseorang yang lebih baik dan bersemangat hidup.

Walaupun Ari narator dalam Sepasang Kaos Kaki Hitam, dia bukan fokus utama ceritanya. Penggalian karakternya paling banyak berfokus pada perasaannya terhadap Meva, dan sebagai sedikit pembanding, terhadap Lisa. Terhadap Si Gundul, keluarganya di Kalimantan, dan pekerjaannya hanya dibahas singkat. Bahkan pandangan hidupnya hanya diisyaratkan lewat nasihatnya pada Meva. Ditambah lagi, Ari digambarkan sebagai tukang tidur dan lebih banyak sebagai seorang penanggap (bukan inisiator) peristiwa. Peran Ari dalam kisah ini hanyalah sebagai kaca mata yang menyorotkan pandangan pembaca pada Meva.

Meva bintang utama dalam Sepasang Kaos Kaki Hitam. Hampir semua penggambarannya dramatis. Kadang sangat komikal. Kemunculannya pertama kali, peristiwa yang membuat Ari memutuskan untuk benar-benar memperhatikannya (kamar berdarah), obrolan awal dia dan Ari (lagu Pelangi di Matamu), petunjuk tentang latar belakangnya (koran bertuliskan Children of God), pengungkapan jati dirinya (ibu, oma, dan bapaknya), dan harapannya (filosofi pion catur), dst. Semua dramatis. Kalau tidak, ya komikal, seperti pada interaksi sehari-hari dengan Ari. Kesannya seperti cerita komedi romantis. Memang Meva tokoh yang digambarkan paljng dinamis. Sepasang Kaos Kaki Hitam adalah perubahan Mevally dari gadis yang gelap menjadi gadis yang ceria dan manis manja.

Walaupun keduanya sama memendam rasa, Ari dan Meva akhirnya hidup terpisah. Salah satu faktor utamanya adalah masalah yang tampaknya banyak kita temui: perbedaan agama. Inilah yang membuat Ari memutuskan untuk menikmati bunga itu dari jauh saja, walaupun pada suatu adegan yang berakhir komikal dia sempat menyatakan perasaannya pada Meva. Di sinilah letak tragis cerita ini, apalagi pada akhir cerita, saat semua sudah terlambat, mereka mengakui perasannya dan berusaha memasrahkan faktor utama tersebut. Sayangnya, faktor utama itu tidak tergali lebih jauh. Sepanjang pertimbangan Ari, simpulan hanya sampai pada "kita beda". Begitu saja. Padahal, kalau penggalian terhadap masalah hubungan beda agama ini digali lebih jauh, barangkali Ari akan jadi dengan Meva. Bahkan, dampaknya bagi pembaca yang senasib akan lebih revolusioner. Tapi, memang agama adalah hal yang masih kelewat sensitif di sini. Wajar kalau orang yang mengalami persoalan itu langsung menyensor dirinya sendiri. Ketragisan Sepasang Kaos Kaki Hitam berletak pada ketidaktergalian faktor utama pemisah Ari dan Meva, beda agama, karena norma yang kadung melekat dalam masyarakat.

Sepasang Kaos Kaki Hitam adalah kisah perubahan seorang perempuan yang masa lalunya gelap menjadi cerah, karena hubungan manis yang sayangnya berakhir tragis gara-gara norma.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar