Selasa, 23 Februari 2016

Kugapai Cintamu - Ashadi Siregar


Judul Buku
:
Kugapai Cintamu
Penulis
:
Ashadi Siregar
Penerbit
:
Gramedia
Tahun Terbit
:
1975



Cinta yang tak tersampaikan akan berdampak mendalam pada yang mengalaminya. Selain itu, Kugapai Cintamu mengandung juga musabab terjadinya.

Faraitody adalah seorang mahasiswa tingkat akhir yang selalu gagal mendapatkan pacar sejak masuk kuliah. Di balik sikapnya yang keras dia melankolis dan mendambakan cinta sejati. Saat masa ospek --dia ketuanya, dia bertemu Irawati, mahasiswi baru yang "berulah". Irawati yang merasa dirinya cantik, merasa diabaikan. Dia merasa tertantang untuk menaklukkannya. Sementara itu, Faraitody sebenarnya memendam kagum pada Widuri yang memendam rasa lebih dari kagum. Irawati menyadarinya. Faraitody bertekuk lutut pada agresivitas Irawati. Saat dia melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di daerah lain, Irawati menjebak Widuri. Teman seperhura-huraannya menggilir Widuri sampai hamil. Di tempat kegiatannya Faraitody dekat dengan seorang perempuan, hal yang membuatnya kena masalah dan akhirnya diusir secara tidak langsung. Sepulang dari sana dia akhirnya mengakui perasaannya pada Widuri. Tapi terlambat. Widuri mudik karena putus asa dengan nasibnya. Irawati hamil karena memang mereka pernah melakukannya. Ortu Irawati minta Faraitody menikahinya. Bukan rumah tangga bahagia. Faraitody bahkan jadi jatuh cinta lagi pada seorang PSK. Irawati berupaya memohon cintanya. Proses yang alot. Akhirnya, keduanya pasrah, tapi setelah itu mereka mengalami kecelakaan.

Terasa kental dipertentangkan pemendam dan peledak dalam Kugapai Cintamu. Faraitody dan Widuri adalah pemendam. Irawati sebaliknya. Anton, tokoh sampingan, pun dalam kadar yang lebih positif berpihak pada peledak saat menyarani Faraitody. Para pemendam dikisahkan gagal mendapatkan dambaannya, bahkan ditimpa malang berkepanjangan. Sifat merekalah faktor utamanya. Faktor lainnya adalah si peledak, kalau ada tabrakan kepentingan. Dengan pembawaannya peledak mampu mendapatkan dambaannya, walaupun tidak melulu bahagia saat terjadi. Irawati contoh nyatanya. Keinginannya bisa dia rengkuh, tapi dia tak merasa memiliki sepenuhnya. Memang, Faraitody, keinginannya, sebenarnya tak mengharapkannya. Dia hanya tak berdaya mendapat "serangan" bertubi-tubi Irawati. Di sisi lain, Anton adalah peledak yang mendukung. Perasaan jangan selalu dipendam. Kugapai Cintamu berpihak pada orang yang meledak sekaligus sangat bersimpati pada orang yang suka memendam perasaan.

Dalam Kugapai Cintamu pertentangan pemendam dan peledak diikat oleh satu soal: cinta. Dalam pandangan Faraitody, cinta agaknya sesuatu yang sangat agung, sampai-sampai tak ada hal "buruk" di dalamnya. Widuri, walau tak tersurat menyatakan, sejalan. Pandangan itu muncul karena dia menanggapinya kelewat serius dan kurang pengalaman. Dia seringkali terjebak perempuan yang main-main saja. Anton lebih santai memandang cinta. Nikmati saja selagi bisa. Kalau suatu hubungan cinta kandas, ya sudah. Hidup berlanjut. Cari yang lain. Setidaknya sempat merasakan bahagianya. Irawati ekstrim. Kalau dia ingin memiliki lelaki, walaupun Lelaki itu tak mau, keinginannya harus didapat. Karena terlalu serius, Faraitody malah pasrah didominasi hasrat Irawati. Keduanya tak bahagia. Anton terus hidup. Widuri juga walau penuh luka. Kugapai Cintamu seakan ingin bilang dalam bercinta itu ada saja yang bermain-main, tak melulu memandang serius. Jadi, nikmati saja selagi bisa.

Kemalangan adalah suasana yang konsisten terasa dalam Kugapai Cintamu. Faraitody jelas perwujudannya. Bahkan, pada adegan-adegan manis dia dan Widuri, dia dan seorang gadis desa, atau Irawati menyesali kesalahannya. Selalu terasa isyarat bahwa semua itu hanya pereda sementara sebelum akhirnya pembaca dibanting ke dalam peristiwa yang memilukan. Pada akhirnya, pembaca benar-benar dibanting oleh trik kecelakaan. Hiperbola memang bisa jadi cara meledakkan sesuatu.

Kugapai Cintamu adalah kisah simpatik tentang orang yang tak putus dirundung malang karena kelewat serius dan terlalu banyak pertimbangan dalam memandang cinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar